METODE PENGENDALIAN PERSEDIAAN A. EOQ dasar ket :
D ; permintaan dalam 1 thn
d ; permintaan / hari
L ; lead time
Q ; persediaan optimal
S ; biaya pesan
H ; biaya simpan
Rumus
titik pemesanan kembali (R.O.P) = d x L
EOQ (Q optimal) = akar dari ( 2SD/H)
B. persediaan tahunan total pada EOQ (TC) = S x D/Q + H x Q/2
jumlah yang dipesan kembali = D/Q
contoh:
permintaan produk/thn 250.000 unit. diket. 1 thn =250 hr kerja. b. penyimpanan Rp, 50/unit/th. b. pemesanan Rp 35.000/order. supplay memerlukan waktu 10 hari u/ pengiriman.
diket :
D= 250.000
H= Rp 50 /unit/th
S= Rp 35.000 / order
1 thn = 250 hari kerja
d= 250.000 / 250 = 1000 unit
lead time = 10 hari
a. R.O.P = d x L = 1.000 x 10 = 10.000 unit
b. Q optimal =akar dari 2 x 35.000 x 250.000/50
Q optimal = 18.708 unit
c. TC = 35.000 x (250.000/18.708) + 50 x (18.708/2) = Rp 935.400
d. jmlh yg dipesan kembali = 250.000/18.708 = 13.37
B. EOQ "back order"
RUMUS :
EOQ (Q optimal) = akar 2SD/H x akar H+B/B
I = akar 2SD/H x akar B/(H+B)
TC = H x Ikuadrat /2Q + SxD/Q + B (Q-1)kuadrt/2Q
ket
B : backorder cost
I : surplus persediaan
contoh :
diket :
D = 250.000 unit/th
H = Rp 50/unit/th
S= Rp 35.000 / order
B= Rp 150 / unit
a. Q optiml = akar 2(35.000)(250.000)/50 x akar 50+150/150
= 18.708 x 1,1547 = 21.602
b. jumlah order/thn = 250.000/21.602 =11,57 kali
c. jmlah yg di pesan kembali= 18.708 x 0,866 = 16.202
back order = Q-I=21.602 - 16.202 = 5.400 unit
d. biaya tahunan total (TC)= {50 x (16.202)kuadrt/2 x 21.602)} + {(35.000 x 11,57)} +
{150 x (5.400)kudrt/2x21.602} = 303.796 + 404.950 + 101.241 = Rp 809.987
e. di banding dg EOQ dasar
biaya total dg back order lebih kecil yaitu 809.987 dari 935.400
C. EOQ dg tngkat produksi terbatas
Contoh :
sebuah perusahaan momproduksi 500 kalkulator/hari selama 250 hari krja dlm setahun. mempunyai tingkat produksi 1.000 unit/hari. biaya simpan/unit Rp 500 /thn, b. penyimpanan mesin Rp 80.000. a. Q optimal = akar 2SD/H x akar p/(p-d)
= akar 2 x 80.000 x 125.000/500 x 1.000/(1000-500)
= 6.324,56 x 1,414 = 8.942,92 unit
b. persediaan total/thn (TC) = H x Q/2 (p-d/p) + S x D/Q
c. lama produksi berjalan(tp) = Q= p x tp, tp= Q/p
d. tingkat persediaan maksimum ( I )= Q-d x tp
e. bandingkan dengan EOQ dasar
Q= akar 2SD/H
kuantitas pesanan lebih rendah, bila tingkat produksi terbatas diabaikan dan TC lebih besar.
TC = H x Q/2 (p-d/p) + S x D/Q
Terjadinya ekspor-impor secara persial yang di asumsikan 2 negara A&B
di negara A pada waktu hrg suatu barang Rp 100 per unit dan jumlah barang 250 unit mencapai titik equilibrium (E). namun pada waktu harga naik Rp 200 perunit mengalami kelebihan jumlah suatu barang yang ditawarkan di dalam negri, yaitu sebesar 500 unit (600-100). kelebihan jumlah barang yang ditawarkan diekspor (SXa) ke negara B
di negara B, pada waktu harga suatu barang Rp 300 perunit dan jumlah suatu barang 250 unit mencapai titik equilibrium (E). namun pada waktu harga turun menjadi Rp 200 perunit mengalami kelebihan jumlah barang yang diminta di dalam negri, yaitu sebesar 500 unit (600-100). untuk memenuhi kebutuhan di dalam negri maka negara B melakukan impor ke negara A.
Ada dua komsumen yaitu 1&2, ada dua barang X dan Y
konsumen 1 mengkonsumsi barang X sebesar OX1 dan barang Y sebesar OY1, mengkonsumsi seluruh barang (X1 dan Y1) yang dimiliki dapat ditunjukkan dengan kurva IC1
konsumen 2 mengkonsumsi barang X sebesar OX2 dan barang Y sebesar OY2, mengkonsumsi seluruh barang (X2 dan Y2) yang miliki dapat ditunjukkan dengan kurva IC2.
titik A menunjukkan posisi konsumsi dari kedua konsumen bila masing-masing mengkonsumsikan seluruh barang yang dimilikinya.
titik B menunjukkan konsumen 1 memperoleh tingkat kepuasan yang lebih tinggi, demikian juga dengan konsumen 2.
titik D menunjukkan konsumen 1 memperoleh semua manfaat dari pertukaran yaitu kepuasannya naik semula IC1 menjadi IC1".
titik E menunjukkan konsumen 2 memperoleh semua manfaat (keuntungan) dari pertukaran yaitu kepuasannya naik semula IC2 menjadi IC2"
jalur titik EBD disebut dengan jalur kontrak artinya salah satu titik dari kurva kontrak yang akan disetujui oleh kedua belah pihak untuk suatu kontrak tukar-menukar.
Konsep konprehenship bermakna aturan menyeluruh yang merangkum berbagai espek kehidupan baik berdimensi keyakinan (akidah), ritualitas penghambaan diri (ubudiah) dan aspek sosial yaitu muamalah, muasyarah dan ahlak.
Landasan hukum leks
1. Al Qur'an
2. As sunnah
BAB 3
konsep dasar LEKS
BAB 4
produk pembiayaan LEKS
Al Mudhorobah : kontrak yang melibatkan antara dua kelompok, yaitu pemilik modal yang mempercayakan modalnya kepada pengelola untuk digunakan dalam aktivitan perdagangan.
Al Musyarokah : merupakan bentuk kedua dari penarapan prinsip bagi hasil yang di praktekkan dalam sistem perbankan islam.
Pembiayaan Al muzaro'ah dan AL mukhobaroh : Al muzaro'ah : kerjasama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan penggarap, dimana benih tanamannya berasal dari petani,sedangkan pemilik lahan memberi lahannya, dengan bagian imbalan dari hasil penen. Al mukobaroh : kerjasama pengolahan pertanian antara pemilik lahan dan penggarap, dimana benih tanam berasal dari pemilik lahan, pemilik memberi lahan pertanian kepada penggarap untuk di tanami dan di pelihara dengan imbalan bagian tertentu dari hasil panen.
transaksi Al musaqqoh : bentuk yang lebih sederhana dari al muzaro'ah dimana penggarap hanya bertanggungjawab atas penyiraman dan memilihara sebagai imbalan si penggarap berhak atas nisbah dari hasil panen.
Fungsi dan tujuan LEKS
menerapkan transaksi keuangan dan ekonomi secara syariah
pembinaan kebiasaan menabung shg terhindar dari sifat boros
pemupukan dana di negara-negara islam untuk di salurkan kepada umat islam yang lemah
larangan bunga pada setiap transaksi ekonomi atau keuangan
menjadi patner terhadap tegaknya dakwah islamiah
Perbedaan LEK dan LEKS
LEK
menerapkan bunga sbg harga terhadap produk baik simpanan maupun pinjaman
orientasi profit dan tidak mengenal halal haram
hubungan dengan nasabah berprinsip kreditur-debitur
tidak terdapat produk atau transaksi kemanusiaan atau sosial
LEKS
tidak menerapkan bunga sbg harga terhadap produk
orientasi ridho Allah SWT dan menerapkan prinsip halal, keadilan, amanah, dll
hubungan dengan nasabah berprinsip kemuliaan atau patnership
terdapat produk atau transaksi kemanusiaan atau sosial
Produk atau transaksi ( Al Qordhul)
baitul maal adalah lembaga keuangan syariah yang berfungsi menunjang dakwah.
Pengertian Al Qordhul hasan adalah pinjaman yang berfungsi sosial atau diberikan secara cuma-cuma untuk fakir-miskin dan golongannya (8 golongan)
Jaman dahulu ada seorang raja yang masih muda dan sangat pandai. Ia memerintahkan semua mahaguru yang terkemuka di dalam kerajaannya untuk berkumpul dan menulis semua kebijaksanaan dunia ini. Mereka segera mengerjakannya dan empat puluh tahun kemudian, mereka telah menghasilkan ribuan buku yang berisi tentang kebijaksanaan. Raja itu, yang pada saat itu yang telah mencapai usia enam puluh tahun, berkata kepada mereka "Saya tidak akan mungkin dapat membaca ribuan buku. Ringkaslah dasar-dasar semua kebijaksanaan itu".
Setelah sepuluh tahun bekerja para mahaguru itu berhasil meringkas seluruh kebijaksanaan dunia dalam seratus jilid. "Itu masih telalu banyak ," kata sang raja. "Saya telah berusaha tujuh puluh tahun. Peraslah semua kebijaksanaan itu ke dalam inti yang paling dasarlah.
Maka orang-orang bijak itu mencoba lagi dan memeras semua kebijaksanaan di dunia ini kedalam hanya satu buku. Tapi pada waktu itu raja sedang berbaring di tempat tidur kematiannya. Maka pemimpin kelompok dari mahaguru itu memeras lagi kebijaksanaan-kebijaksanaan itu kedalam hanya satu pernyataan, "MANUSIA HIDUP, LALU MENDERITA, KEMUDIAN MATI. SATU-SATUNYA HAL YANG TETAP BERTAHAN ADALAH CINTA.................
Cinta itu takkan mati sampai kapanpun, jagalah cinta itu. Jika kita mati yang tersisa hanyalah cinta.........................
Kesalahan Terbesar Yang Bisa Dibuat Oleh Manusia Di
Seberapa luas dunia yang anda ciptakan? Banyak orang yang hanya memiliki dunia seluas meja tulisnya. Atau sepetak ruang kerjanya. Atau mungkin sebesar gedung kantornya saja. Pandanglah keluar. Terbarkan pandangan anda. Carilah ujung cakrawala. Nikmatilah cahaya matahari sore menemani perjalanan pulang anda ke rumah.Dunia anda jauh lebih luas dari yan anda sangka. Ruang yang tersedia bukan hanya rumah dan ruang kerja anda. Anda dianugerahi lautan, pegunngan, hutan, mata air dan berbagai keindahan alam lainnya. Sadarilah bahwa semua ini tak kalah harganya. Karena itu, jangan sia-siakan waktu anda untuk tidak melebur dengan keindahan yang tiada tara. Jangan ragu untuk meninggalkan pekerjaan anda. Esok masih ada. Kecuali anda mau menyesal karena disaat pandangan anda telah lamur, anda baru tersadar akan keelokan alam ini.
pekerjaan anda bisa menunggu. Namun umur anda takkan kembali. Waktu adalah anak panah yang melesat kencang. Anda takkan mampu menghentiokan atau melambatkannya. Selama waktu masih ada tersisa, tak perlu ragu untuk menikmati kehadiran anda di bumi ini. Ketika anda menyadari betapa berharganya itu semua, andapun menyadari betapa berharganya anda yang mungil ini. Kehadiran anda bagian dari alam ini. Hiduplah penuh keseimbangan..................
Anda adalah perahu yang KOKOH yanG sanggup menahan beban, terbuat dari kayu yang terbaik, dengan layar gagah menentangangin. Kesejatian anda adalah berlayar mengarungi samudra, menembus badai dan menempuh pantai harapan. Sehebat apapun perahu diciptakan, tak ada gunanya bila hanya terlambat di dermaga. Dermaga adalah masa lalu anda. Tali penambat itu adalah ketakutan dan penyesalan anda. Jangan buang percuma seluruh daya kekuatan yang dianugerahkan pada anda. Jangan biarkan masa lalu menambat anda di situ. Lepasan diri anda dari ketakutan dan penyesalan. BERLAYARLAH. BEKERJALAH.......
Yang memisahkan perahu dengan pantai harapan adalah topan badai, gelombang dan batu karang. Yang memuisahkan anda dengan keberhasilan adalah masalah yang menentang. Di situlah tanda kesejatian teruji. Hakikatnya perahu adalah berlayar menembus segala rintangan. Hakikatnya diri anda adalah berkarya menemukan KEBAHAGIAAN........
Ingat.......!!!!!!!!
masa lalu hanya buat pelajaran, dan masa depanlah yang harus kita perbaiki...............
Jangan pernah ada kata menyerah dalam hidup ini, karna hidup adalah tantangan, jika kita bisa melewati tantangan itu maka kebahagiaanlah yang kita dapat,,......
Kebijakan ekonomi yang diterapkan pemerintahan SBY dalam kabinet bersatu di mata masyarakat belum memuaskan. Karena kebijakan ekonomi yang dirancang selalu menempatkan Indonesia sebagai subordinasi dari kepentingan global. Akibatnya Indonesia gagal menjadi negara yang sejahtera dan salah satu negara besar di Asia. Indonesia gagal menjadi negara sejahtera walaupun ekonom-ekonom berpaham neoliberal berkuasa selama 40 tahun. Ini karena strategi dan kebijakan ekonomi Indonesia yang dirancang oleh ekonom-ekonom tersebut akan selalu menempatkan Indonesia sebagai subordinasi (sekadar kepanjangan tangan) dari kepentingan global.
Menurut saya tidak ada negara berkembang yang berhasil meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya dengan mengikuti model Washington Consensus. Kemerosotan selama dua dekade di Amerika Latin (1980-2000), merupakan contoh monumental dari kegagalan tersebut. Model Washington Consensus merupakan garis kebijakan ekonomi yang percaya bahwa semua masalah bisa diselesaikan jika diserahkan kepada mekanisme pasar. Kalau di dalam agama ada fundamentalis agama, maka dalam bidang ekonomi ada fundamentalis pasar. Namun, ekonom neoliberal ini lebih banyak dogmanya dan keyakinannya daripada argumen-argumen yang empirik dan faktual. Justru negara-negara yang melakukan penyimpangan dari model Washington Consensus seperti Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Malaysia, dan China yang berhasil meningkatkan kesejahteran masyarakatnya dan memperbesar kekuatan ekonominya. Negara-negara yang berhasil mengikuti model pembangunan Asia Timur, memberikan peranan seimbang antara negara dan swasta serta ketergantungan utang yang minimal. Sementara Indonesia dan Filipina yang patuh pada Washington Consensus mengalami kemerosotan ekonomi secara terus-menerus.
Parahnya, mengalami ketergantungan terhadap utang yang permanen, ketimpangan pendapatan yang mencolok, kemiskinan yang merajalela, dan kerusakan lingkungan yang parah. Subordinasi kepentingan rakyat dan nasional kepada kepentingan global mengakibatkan Indonesia tidak memiliki kemandirian dalam perumusan undang-undang, strategi, dan kebijakan ekonomi. Indonesia juga tidak memiliki fleksibilitas untuk merumuskan strategi ekonomi, karena terpaku pada model generik Washington Consensus. Hasil tipikal dari model Washington Consensus, yakni siklus terus-menerus dari krisis ekonomi dan akumulasi utang, seperti yang terjadi di banyak negara Amerika Latin, Afrika, dan Indonesia. Di sisi lain, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam 5 tahun ke depan akan sulit mencapai di atas 6 persen, kecuali Indonesia bisa mengubah paradigma dari kapitalis spekulatif menuju ekonomi produktif. Pertumbuhan ekonomi, enam persen sulit dicapai, kecuali kita mengubah paradigma untuk bisa keluar dulu dari krisis global.
Jika pemerintah berhasil menurunkan gelembung ekonomi secara perlahan dan teratur, maka dalam dua tahun Indonesia bisa keluar dari krisis ekonomi. Kapitalisme spekulatif sendiri dibuktikan dengan gelembung yang terjadi di pasar modal dan aliran modal asing di portofolio yang masuk. Akibatnya, orang bisa kaya dengan spekulasi dan perdagangan kertas saham, tanpa melakukan kegiatan produktif. Ini yang harus diubah. Untuk mendorong sektor riil, maka dibutuhkan manajemen yang memungkinkan pemerintah ikut campur tangan, sedangkan ekonomi pasar bebas percaya pada manajemen lepas tangan (hands off), yakni membiarkan pada mekanisme pasar. Jika perubahan paradigma ini dilakukan dan pemerintah fokus pada pembenahan sektor riil, maka dalam waktu sekitar 2 tahun, Indonesia sudah bisa keluar dari krisis. Ekonomi spekulatif yang sudah terlanjur menggelembung di Indonesia, harus diimbangi dengan penegakan hukum oleh pemerintah. Ini bertujuan agar Indonesia tidak dijadikan tempat spekulasi. Dicontohkan, aliran hot money pada 10 tahun lalu hanya sebesar 12,4 miliar dolar AS dan sekarang membengkak menjadi 24 miliar dolar AS. Bergantungnya pemerintah dan BI pada aliran hot money inilah yang membuat Indonesia tidak berdaya ketika aliran itu kembali ke negaranya. Ujung-ujungnya utang. Sementara itu, kebijakan likuiditas ketat yang dianut Bank Indonesia, malah akan memperparah perekonomian di tengah krisis finansial global.
Memproyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini dan 2010 hanya 3-4 persen. Apalagi pada 2009 ini, sulit mengandalkan investasi langsung dari luar negeri, sedangkan modal swasta dalam negeri juga sulit untuk ekspansi, karena kebijakan uang ketat yang diambil BI. Hal yang diharapkan bisa mendorong pertumbuhan adalah belanja pemerintah. Namun sayangnya, belanja pemerintah biasanya baru dikucurkan di akhir tahun.Pada bagian lain, Indonesia bisa melakukan pembangunan tanpa utang. Caranya, dengan melakukan efisiensi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) yang jumlahnya Rp1.300 triliun per tahun. Selama ini, 1/3 dari anggaran itu digunakan untuk membayar pokok bunga dan cicilan utang.
Parahnya, sebagian besar dari utang telah dikorupsi oleh para pejabat pemerintahan dan ini diketahui oleh Bank Dunia maupun negara kreditor. Jadi, utang ini bisa diklasifikasikan sebagai “utang najis” (odious debt) yang harus direnegosiasi ulang, sehingga beban rakyat berkurang. Namun, karena mental pejabat, Indonesia telah kehilangan tiga kali kesempatan untuk melakukan negosiasi, yaitu ketika transisi pemerintahan otoriter ke demokratis, kemudian perang melawan terorisme, dan ketika bencana tsunami. Pejabat Indonesia tidak mau meminta potongan pokok dan bunga utang ketika ada kesempatan historis tersebut.
KRITIK KEBIJAKAN EKONOMI DALAM
KABINET INDONESIA BERSATU
Selama SBY memimpin dalam kabinet indonesia bersatu memang mulus, tapi tidak membuat rakyat sejahtera, musibah semakin meluas, apakah ini cobaan atau kutukan? Kemiskinan semakin bertambah, pengangguran semakin banyak. SBY hanya mementingkan politik luar negeri tidak mementingkan rakyat kecil, SBY hanya ingin tebar pesona dimata dunia sedangkan rakyat indonesia, kesejahteraannya tidak terpenuhi, SBY terlalu mengikuti gaya politik amerika apalagi pemerintahan OBAMA, tapi rakyat tetap semakin susah. SBY memang memiliki gelar yang tinggi tapi belum tentu memiliki jiwa sosial yang tinggi, hanya ingin mencari perhatian dari seluruh dunia karena memiliki sifat bijak, tapi terbilang lambat dalam mengambil suatu keputusan, tidak tegas,tidak lugas, tidak cepat, tidak tepat. kenapa harus SBY Booediono bukan dari partai dan lawan politik, karena takut dimasa kepemimpinannya nanti tidak tergeser oleh Boediono, dan SBY ingin tetap berkuasa, sedangkan boediono tidak memiliki jiwa ambisius hanya terpaksa menjadi cawapres cuma ingin mencoba, gaya politik SBY yang tidak pro Rakyat, visi misi SBY Boediono tidak jelas termasuk plin-plan tidak mau beresiko.
SBY tidak pernah merasakan ikut bergabung dengan rakyat miskin selama hidup disibukkan hanya dg militer, jadinya tidak peduli pada rakyat kecil, selama ini rakyat kecil menginginkan sebuah perubahan yang sangat besar, karena orang miskin ingin merasakan apa yang dirasakan orang kaya, namun orang kaya tidak mau merasakan hidup susah. Saya berharap semoga KEBIJAKAN EKONOMI yang akan datang dapat mewujudkan mimpi-mimpi semua rakyat indonesia terutama rakyat kecil yang sangat menderita atas kebijakan yang menurut saya kurang tepat ini. Kemakmuranlah yang di inginkan semua rakyat indonesia.
PROSPEK ATAU SARAN
Terlampir beberapa prospek atau saran dalam kebijakan ekonomi pemerintahan SBY-Budiono. Saya ingin menuliskan beberapa hal-hal di bawah ini, untuk kepentinggan kemajuan dalam bidang ekonomi. Dan, untuk bahan dalam memberikan sumbangan pada para pembuat kebijakan dalam pemerintahan Indonesia bersatu.
Tinggalkan growth-oriented models. Pertumbuhan ekonomi bukanlah tujuan utama pembangunan. Jangan menjadikan pertumbuhan ekonomi sebagai target utama pembangunan. Selama ini terdapat asumsi bahwa tanpa pertumbuhan ekonomi yang tinggi, banyak hal, termasuk, mengurangi kemiskinan, tak dapat dilaksanakan. Sesungguhnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi bukan jaminan pengurangan kemiskinan. Pengurangan kemiskinan dapat terjadi dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat. Tentu saja, kita tetap membutuhkan pertumbuhan ekonomi. Statistik Kemiskinan jauh lebih penting untuk dijadikan target pembangunan, daripada statistik pertumbuhan ekonomi.
Untuk memberi perhatian yang lebih besar pada kemiskinan, statistik kemiskinan perlu dikeluarkan setiap tiga bulan.
Selain kemiskinan secara ekonomi, pemerintah juga perlu memperhatikan kemiskinan non-ekonomi, khususnya kesehatan. Statistik status kesehatan perlu dikeluarkan tiap tiga bulan.
Kesejahteraan masyarakat juga antara lain tercermin dari rasa aman. Salah satu indikator yang relatif mudah didapatkan adalah statistik kematian karena kecelakaan lalu lintas di kota kota besar di Indonesia. Maka, tiap tiga bulan, pemerintah perlu mengumumkan statistik kematian karena kecelakan lalu lintas di kota besar.
Karena perubahan tidak terjadi dengan cepat, pemerintah dapat mengumumkan kemajuan dalam pendidikan setiap tahun sekali. Statistik sudah ada.
Melihat pentingnya masalah lingkungan, pemerintah perlu membuat target perbaikan lingkungan hidup. Lingkungan hidup adalah bagian dari pembangunan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi akan kurang artinya bila penduduknya harus menghirup udara yang kotor dan minum air yang tidak bersih. Statistik mengenai lingkungan hidup perlu dikeluarkan setiap 3 bulan sekali. Misalnya, tingkat polusi udara dan tingkat ketersediaan air bersih.
Setiap tahun sekali pemerintah perlu melaporkan berapa banyak kerusakan lingkungan hidup yang telah terjadi. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi dengan merusak lingkungan tidak akan sustainable. Investor akan meninggalkan Indonesia begitu sumber daya alam kita habis dan lingkungan hidup kita sudah rusak.
Belajar dari krisis global, dan bahwa Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk yang amat besar, nomor empat di dunia, Indonesia perlu melepas dari ketergantungan pada export-driven growth model. Ekspor tetap diteruskan, tetapi ekspor jangan dijadikan andalan pembangunan ekonomi kita. LIhatlah ekonomi dalam negeri. Pasar Indonesia amat besar. B anyak negara kini mengincar pasar Indonesia, mengapa kita sendiri tidak melihat yang kita miliki?
Foreign direct investment (FDI) tetap kita butuhkan. Namun, janganlah FDI dijadikan primadona pembangunan ekonomi. Negara lain sering mengatakan bahwa mereka ingin membantu kita dengan FDI. Yang sebenarnya terjadi, mereka ingin mendapatkan keuntungan dari kita, bukan untuk membantu kita. Maka, kita harus melihat dengan rasional sebelum menerima FDI. Dilihat untung ruginya, karena mereka juga dilandasi dengan perhitungan untung-rugi, bukan membantu.
Penciptaan iklim usaha yang bagus sebaiknya diarahkan ke mereka yang bergerak di usaha kecil dan menengah, dan juga pengusaha besar dari Indonesia.
Selama ini kita banyak memikirkan integrasi ekonomi dengan negara lain. Namun, kita sering lupa mengintegrasikan ekonomi dalam negeri kita. Dalam pemerintah yang baru, perhatian pada integrasi ekonomi dalam negeri perlu mendapat perhatian yang jauh lebih besar. Ini bukan protectionism. Dengan terintegrasinya perekonomian dalam negeri Indonesia, negara lain pun akan mengenyam keuntungan dalam berinteraksi dengan Indonesia.
Orang berpendapatan rendah biasanya menghadapi angka inflasi yang lebih tinggi daripada mereka yang berpenghasilan lebih tinggi. Maka, target stabilisasi inflasi harus lebih diarahkah ke stabilisasi inflasi di kalangan pendapatan rendah. Data ini dapat dikeluarkan tiap bulan.
Orang berpendapatan rendah biasanya juga kurang insentif untuk menabung, karena suku bunga yang tinggi diberikan kepada penabung dalam jumlah besar. BI (Bank Indonesia) perlu mengubah kebijakan, memberikan suku bunga yang lebih tinggi kepada peminjam kecil.
Tinggalkan credit-led growth model. Selama ini terdapat asumsi bahwa credit expansion mendorong growth. Namun, kita sudah harus meninggalkan growth oriented model. Maka, credit expansion belum tentu bagus untuk pembangunan ekonomi kita. Belajar dari krisis global yang kini melanda dunia, kredit yang terlalu banyak telah dan akan membahayakan perekonomian dan ekonomi keluarga. Menurut peribahasa, ekonomi yang berdasarkan “besar pasak daripada tiang” tidak akan berkelanjutan.
Kurangi atau tiadakan kegiatan ekonomi spekulatif, khususnya di sector keuangan. BI dapat memantau kegiatan spekulatif ini antara lain dengan melihat asset inflation. Maka, BI harus mentargetkan stabilisasi asset inflation, khususnya kenaikan harga property. Statistik asset inflation harus keluar tiap bulan.
Bank kembali pada fungsi aslinya, yaitu intermediary antara saving dan investment. Bank tidak boleh melakukan kegiatan spekulatif di pasar keuangan.
Pemerintah perlu melakukan pendidikan untuk meningkatkan financial literacy. Tiap produk keuangan perlu mendapat label “Produk ini mungkin berbahaya untuk kesehatan keuangan anda”.
Demikian saran atau prospek untuk kedepan semoga dapat di jalankan oleh para pembuat kebijakan, karena rakyat menginginkan sebuah perubahan, dan tidak ingin selamanya seperti ini. Sebagai pemimpin yangbijak harus mendengarkan suara rakyatnya, karena dengan mendengar suara rakyat dapat mengoreksi kekurangan dari kebijakan yang dibuat. Terima kasih.